Gadneh's Blog

Syarat Beriman Saling Mencintai

WAR KEYBOARD & JADILAH PEJUANG ISLAM

PEMUDA ISLAM JADILAH PEJUANG ISLAM [KEYBOARD WARRIOR]

LPJIa7gbQNOB1LDsGnXdow

ILUSTRASI PEMUDA WAR KEYBOARD

PEMUDA: KITALAH GENERASI SELANJUTNYA & YANG AKAN DATANG ADALAH GENERASI SESUDAH KITA

Iya, saya katakan JADILAH Pejuang Islam, bukan dengan mengangkat pedang ataupun di medan Perang (Jika sanggup silahkan) nah… jika tak sanggup lakukan dimedan perang maka lakukan: “War Keyboard” mengapa?? Kalian lihat dari kalangan NON ISLAM di sosmed maupun di dunia nyata… “sebagian” dari mereka menjadi Pejuang Untuk Agamanya. Sadar ???

Apa itu War Keyboard.. itu Istilah yang saya ambil dari kebanyakan kawan2 (para Mujahid) yang mengistilahkan berperang di Dunia Maya (Dumay) dengan meluruskan setiap berita yang relevan, sesuai Fakta yang berusaha di tutupi, bahkan di putar balikkan beberapa media untuk mendiskriditan ISLAM. Bukan dengan Pedang tentunya, tapi dengan akal, data fakta dilapangan (dibutuhkan Tabayyun: Cek and Ricek)

War Keyboard juga berlaku untuk mengkritisi para Pemimpin Dholim… ingat, mengkritisi bukan berarti menghujat dengan semena-mena yang justru akan membawa masalah untuk kita. War Keyboar dibutuhkan wawasan tinggi, tidak perlu intelektual, semua Pemuda Islam bias melakukan, selama itu demi membela kepentingan “Kebenaran Islam” (Bukan Pembenaran Pribadi) tunjukkan pada mereka (musuh Islam) bahwa sesungguhnya Islam Rahmatan Lil Alamin…

Ketika para musuh Islam menggunakan Media Sosial untuk Propaganda, untuk mendukung segala kebijakan yang bertentangan dengan Syariat Islam… apakah kita Diam ??? Melongo ??? Sami’naa Waa Atho’naa saja ??? TENTU SAJA TIDAK … kontribusi para Pemuda Islam cukup ikut serta meluruskan di Media Social (War Keyboard) Jangan Diam … “Fastabiqul Khairaat” (Berlomba lomba dalam kebaikan tentunya sebagai landasan utama dalam hal ini)

Terlepas nantinya ada yang tidak setuju itu hal yang biasa, terkadang ketidaksukaan akan hal ini bias terlihat dari saudara kita sendiri, mereka sebut kita sok suci (biarlah) mereka juga menyebut sebagai ustadz Jadi2an (biarlah) sekalipun mereka menyebut kita Cucu nya Mbah Google (tetap bilang: Biarlah) apalah arti penilaian di mata Manusia, jika saja Kalian menyerukan dalam hal KEBAIKAN ??? yakinlah di mata Ilahi Rabbal ALamin nantinya penilian tersebut akan sungguh sangat berarti.

Begitu banyak paham yang kita sendiri terkadang bingung, masuklah pada mereka, ikutlah kajian2nya, disitu kita bias ambil sebuah pembelajaran, kesimpulan dan akan menjadi tau, sekalipun itu musuh islam sendiri. Itulah social media. Bukan untuk menguplod foto saja, Narsisme dan sejenisnya… jadikan Manfaat, jadikan wadah untuk belajar.

Jika bukan Kita, lalu siapa lagi ???? generasi kalian sudah memperhatikan kalian, jika sekarang kalian baik, in Sya Allah nantinya adik-adik generasi dibawah kalian akan mengikuti apa yang sekarang kalian lakukan (apa yang telah mereka lihat sat ini)

Wahai Pemuda, Hidup Di Dunia Hanyalah Sementara

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah menasehati seorang sahabat yang tatkala itu berusia muda (berumur sekitar 12 tahun) yaitu Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma. (Syarh Al Arba’in An Nawawiyah Syaikh Sholeh Alu Syaikh, 294). Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang pundaknya lalu bersabda,

كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ , أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ

Hiduplah engkau di dunia ini seakan-akan sebagai orang asing atau pengembara.” (HR. Bukhari no. 6416)

Wahai Pemuda Islam – BANGUNLAH –

Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara :

[1] Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu,

[2] Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu,

[3] Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu,

[4] Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu,

[5] Hidupmu sebelum datang kematianmu.

(HR. Al Hakim dalam Al Mustadroknya, dikatakan oleh Adz Dzahabiy dalam At Talkhish berdasarkan syarat Bukhari-Muslim. Hadits ini dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shogir)

Mari perhatikan perkataan Nabi Syuaib dibawah ini:

“Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali.” (QS. Hud [11] : 88)

Penulis: MFG

Barakallah Fikum

23 Mei 2016 - Posted by | Dunia Islam | , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: