Gadneh's Blog

Syarat Beriman Saling Mencintai

Wajib Tahu! Rahasia “Klik Like/Suka” Pada Gambar Korban Kecelakaan, Foto Mengenaskan, Orang Cacat dan Simbol Agama

Pernahkah melihat posting gambar korban kecelakaan, orang cacat, simbol agama dan gambar tertentu, kemudian ada perintah Klik Suka / Like dan Komentar?

Mulai sekarang, anda harus berfikir ulang untuk memberikan Like gambar mengenaskan, korban kecelakaan dan sejenisnya.

Dan parahnya, gambar tersebut diposting dengan menggunakan nama artis, uztad dan tokoh lain.

Siapapun pasti sering mendapati laman penggemar artis atau ustad yang meminta sedekah berupa Like (jempol) dengan iming-iming akan mendapatkan pahala berlipat-lipat. Untuk memperlancar modus ‘sedekah’ (Like) tanda jempol, kerap dibubuhi dengan foto-foto mengenaskan, korban kecelakaan, orang cacat atau simbol-simbol agama, namun tidak ada artikel atau ulasan lengkap mengenai gambar tersebut.

Wajib tahu, kalau memang itu laman seorang artis yang asli atau ustad, pasti akan menjelaskan mengapa dirinya posting gambar tersebut. Dan jika memang seorang uztad, maka kemungkinan besar akan disertai dengan ceramah agama disertai ayat Al-Qur’an dan hadis, sebagai bagian dari dakwahnya.

 Modus FB ilustrasi[/caption]

Mau tahu rahasianya? Menurut beberapa sumber, apabila gambar yang menjual simpati atau simbol keagamaan ini telah meraih tanda jempol (like) sampai ratusan ribu, maka bisa dijual ke pada pihak ke tiga dengan imbalan uang dalam nominal dollar.

Menurut sumber terpercaya, “Komentar Anda tidak penting, yang penting adalah likenya”. Jika like dan komentar sudah banyak, maka semua komentar Anda akan dihapus, sedangkan Likenya tidak .

Kabarnya, 100.000 like laku dijual seharga USD.150 (Rp.2juta). Bahkan ada yang menghargai sampai USD.200/100 ribu like tergantung seberapa cepat like bisa diperoleh.

Nantinya setelah dibeli oleh pihak tertentu, maka isi status diubah. Yang sebelumnya adalah gambar / tulisan / simbol berupa gambar mengenaskan, korban kecelakaan atau bahkan keagamaan atau foto sedih, maka akan segera diganti dengan iklan produk tertentu, sehingga seolah iklan itu sudah mendapat ratusan ribu like. Contoh kasus, sebuah status yang mendapat lebih dari 500 ribu like, bisa dijual lebih mahal untuk kepentingan yang jauh lebih besar lagi. Misalnya untuk kepentingan survey, dan politik (kampanye) serta segala macam manipulasi bukti seolah hasil polling.”

Bahkan, fakta mengejutkan. Bila sebuah laman penggemar (Fans Page) abal-abal sang artis atau ustad banyak disukai oleh pengguna Facebook di atas ratusan ribu maka bisa dengan mudahnya terjual hingga 4.5 juta.

Seperti pengakuan pengelola laman yang akan menawarkan laman penggemarnya, “Mau nanya , harga Fans Page Indo dengan Like 100 ribu++ berapa ya? Mayoritas like usia 17 – 25 tahun. Saya pemilik Fanpage ini (kategori Like 100 ribu++), karena ngga terurus lagi rencananya mau saya jual”.

Hasil searching di Google, jasa like FP untuk 1000 like rata-rata 90 ribu. Kalau FP 100 ribu++ berarti nilainya bisa mencapai 9 juta. Anggap aja terjual dengan setengah harga berarti kemungkinan 4.5 juta. [*]”

Maka dari itu, sebelum anda memberikan tanda jempol (like) p pastikan dahulu apakah laman tersebut betul-betul dikelola oleh artis atau ustad-nya sendiri. Jika tidak,ketakutannya adalah tanda jempol yang kita berikan hanya dijadikanladang berbisnis. Kalau hanya untuk mencari nafkah sih tidak masalah, bagaimana kalau kemudian status / gambar yang kita berikan tanda jempol (like) diganti dengan postingan penyebar propaganda atau kerusuhan yang menjurus fitnah dan karena banyak yang menyukai dianggap sudah teruji kebenarannya?

Jangan sampai niat baik kita justru disalahgunakan untuk hal yang pada akhirnya merusak pihak tertentu. Mari kita bijak menggunakan perangkat jejaring sosial. Kalau ingin memberikan Like/suka (tanda jempol) pastikan bukan postingan yang menjual gambar menyedihkan atau simbol agama tetapi tidak ada penyertaan tertulis. Semisal artikel yang mengupas gambar dengan disertai data-data pendukung termasuk lokasi kejadian, atau ayat- kitab suci sebagai penegas maksud.
Semoga kita terhindar dari muslihat orang yang kurang bertanggung jawab, karena mencegah kemungkaran menjadi hal yang patut diutamakan setiap insan.

Sumber: http://apikmbanget.apikepol.com

22 Februari 2016 - Posted by | Dunia Sellular, Tips and Tricks

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: