Gadneh's Blog

Syarat Beriman Saling Mencintai

MAU BUKA JILBAB ???? SILAHKAN…

Ilustrasi Jilbaber

Ilustrasi Jilbaber

Jilbaber itu memutuskan buka auratnya.

Lalu, risih saat orang-orang mengingatkan.

Sedangkan teman-temannya yang modern, yang ngomongnya ala-ala bule itu menyemangati:

Gue dukung apa pun keputusan elo.

Gue udah lama berhenti memikirkan apa kata orang lain.

Masa bodoh orang lain mau bilang apa.

Gue udah gede. Gue udah bisa ambil keputusan diri sendiri.

Follow your heart, Dear.

Meh. Apes banget punya teman kayak gini.

Wahai, sudah lupakah? Atau beneran nggak tahu:

Rasulullah pernah bilang, jika seorang hamba melakukan sebuah kesalahan, maka muncul titik hitam dalam hatinya. Makin banyak salahnya, ya makin banyak titik hitamnya. Bisa jadi, suatu saat nanti, titik-titik itu menutupi. Jadilah hatinya kelam. Tak lagi bisa melihat kebenaran. Maksiat dianggap jalan keluar.

Lah, apa hubungannya:

Masalah hidup sama lepas jilbab?

Aneh.

Sekali lagi, catat baik-baik: hati bisa kotor. Ulah siapa? Ya ulah kita juga. Dosa-dosa kita yang bikin. Nah, kalau hati lagi buteg, ya jangan di-follow dong. Dodol namanya. Dibersihin dulu, lah. Caranya? Taubat. Minta ampun. Begitu caranya bersihin hati. Begitu caranya nyembuhin hati. Banyakin juga baca Quran. Shalat malam. Dzikir. Berteman dengan orang-orang sholeh.

Simple: liriknya Tombo Ati.

Lagian, follow heart itu omongan dari mana? Film Hollywood. Asal you tahu: Jangankan Quran, kitab suci agama kita. Injil saja mereka buang, kok. Gereja-gereja kosong di Amerika sana. Sekalinya rame, buat pernikahan LGBT.

Hey, orang Islam pantang bilang: follow your heart.

Follow Allah. Follow Rasulullah. Mau hati kita sakit kayak apa, sedih kayak apa, merana kayak apa:

Tetap pegang aturannya Allah!

Orang Islam jangan cengeng.

Orang Islam harus kuat.

One day semuanya bakal selesai.

And guess what:

Sengsara sesakit apa pun, surga akan menghapus semuanya. Se-mu-a-nya! Kalau di dunia kena ujian, ya wajar. Namanya juga dunia. Kalau mau bebas ujian, ya ke surga. Tapi gimana bisa masuk surga, kalau bete dikasih ujian? Marah, kecewa, terluka, sok-sok paling menderita.

Malu oi, sama muslimah-muslimah Palestina. Yang diberondong peluru, tapi lisannya tetap basah menyebut nama-Nya. Yang keluarganya syahid satu demi satu, tapi jilbabnya tetap panjang. Lebar. Tebal. Tidak dibuka dan dipertontonkan kepada selain mahramnya. Nggak ada urusannya buka jilbab segala. Malah makin kencang ibadahnya. Makin gagah hadapi kenyataan hidup. Semata yakin: pahala Allah menunggunya.

Chorus, terngiang-ngiang di kepala:

Follow your heart, katanya.

Iba, iba. Apes banget punya temen kayak gini.

Apes. Seapes-apesnya.

SOURCE: facebook friends

8 Juli 2015 - Posted by | Dunia Islam

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: