Gadneh's Blog

Syarat Beriman Saling Mencintai

Kesusahan adalah sebagian daripada NIKMAT

Ya Rabbi

Dua

 

Ingatlah, disaat kita susah; kita ingat masa lalu, ingat kapan kita mendapatkan yang namanya kesenangan, ingat akan siapa yang menciptakan langit, bumi, matahari, air dan pepohonan,  dan ingat pula kepada Tuhan yang telah memberikan NIKMAT (kesusahan tersebut).

Setiap kesusahan menimpa, manusia lebih cenderung Muhasabah (introspeksi diri) atau menjadi pelajaran  akan semua kesalahan, kekurangan dan segalanya… dan lihat mereka yang telah bertabur kemewahan, keduniaan sedikit sekali mereka bisa merasakan rasa syukur, mereka banyak lupa, melupakanNya, kadang mereka bias sadar kembali bilamana NIKMAT KESUSAHAN menimpa dirinya. tapi orang yang kesusahan memang seharusnya lebih banyak bersyukur, mensyukuri…

 

Dalam surah Ar-Rahman menyebutkan berkali-kali….

“Maka NIKMAT Tuhan kamu yang manakah kamu hendak dustakan???”

“Serulah (semua manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan nikmat dan pengajaran yang baik..”

(surah An-Nahl:125) :

Bila kita mendapatkan nikmat diatas, janganlah bersedih, yakinlah dalam kesusahan ini ada nikmat, di mana di dalamnya ada hikmah tersembunyi yang kita gak akan pernah tau dan memahami maksud dan kehendak Tuhan.

Kita diberi kesusahan, itu pertanda (ciri; bisa jadi) Tuhan itu mencintai kita, walaupun kadang kita berprasangka Tuhan telah tidak lagi cinta, sayang kepada hambaNya, sehingga hambaNya selalu saja hidup dalam kesusahan, ketidakjelasan (seperti sekarang ini).

Hilangkan prasangka buruk kepada Tuhan (su’udhon) tetap tanamkan rasa optimis diiringi dengan kesabaran, ketelatenan, keuletan dan rasa syukur yang selalu tertanam dalam hati…  tetap husnudhon (berprasangka baik kepada Tuhan).

Saya merasakan, saya kadang dalam hati berkata; “Tuhan murka kepada saya, Tuhan telah menjauh dari saya, Tuhan telah marah kepada saya, dan lain sebagainya” hal inilah yang saya piker membuat perasaan ini semakin menjadi pesimis, malas bahkan menjadi PUTUS ASA untuk melakukan segala sesuatunya.

 

Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

(QS. Al-Insyirah [94]: 5-6)

 

Faris gadneh

26 januari 2011

 

26 Januari 2011 - Posted by | Dunia Islam

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: