Gadneh's Blog

Syarat Beriman Saling Mencintai

Jejak Israel & Palestina dari Dulu hingga Kini

KONFLIK ISRAEL-PALESTINA DI JALUR GAZA

Jadikan Mereka Syuhada ya Allah

Jadikan Mereka Syuhada ya Allah

 

 

Konflik Israel-Palestina, bagian dari konflik Arab-Israel yang lebih luas, adalah konflik yang berlanjut antara bangsa Israel dan bangsa Palestina.

Konflik Israel-Palestina ini bukanlah sebuah konflik dua sisi yang sederhana, seolah-olah seluruh bangsa Israel (atau bahkan seluruh orang Yahudi yang berkebangsaan Israel) memiliki satu pandangan yang sama, sementara seluruh bangsa Palestina memiliki pandangan yang sebaliknya. Di kedua komunitas terdapat orang-orang dan kelompok-kelompok yang menganjurkan penyingkiran teritorial total dari komunitas yang lainnya, sebagian menganjurkan solusi dua negara, dan sebagian lagi menganjurkan solusi dua bangsa dengan satu negara sekular yang mencakup wilayah Israel masa kini, Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur.

 

1. Sejarah

a. Deklarasi Balfour 1917

2 November 1917. Inggris mencanangkan Deklarasi Balfour, yang dipandang pihak Yahudi dan Arab sebagai janji untuk mendirikan ”tanah air” bagi kaum Yahudi di Palestina.

b. Revolusi Arab 1936-1939.

Revolusi Arab dipimpin Amin Al-Husseini Tak kurang dari 5.000 warga Arab terbunuh. Sebagian besar oleh Inggris. Ratusan orang Yahudi juga tewas. Husseini terbang ke Irak, kemudian ke wilayah Jerman, yang ketika itu dalam pemerintahan Nazi.

  • Teks 1922: Mandat Palestina Liga Bangsa-bangsa
  • Mandat Britania atas Palestina
  • Rencana Pembagian Wilayah oleh PBB 1947
  • Deklarasi Pembentukan Negara Israel, 14 Mei 1948

Secara sepihak Israel mengumumkan diri sebagai negara Yahudi. Inggris hengkang dari Palestina. Mesir, Suriah, Irak, Libanon, Yordania, dan Arab Saudi menabuh genderang perang melawan Israel.

  • Perang Arab-Israel 1948
  • Persetujuan Gencatan Senjata 1949

3 April 1949. Israel dan Arab bersepakat melakukan gencatan senjata. Israel mendapat kelebihan wilayah 50 persen lebih banyak dari yang diputuskan dalam Rencana Pemisahan PBB.

  • Exodus bangsa Palestina

c. 1949-1967

  • Perang Suez 1956
  • Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) resmi berdiri pada Mei 1964. Tujuannya menghancurkan Israel.
  • Perang Enam Hari 1967
  • Resolusi Khartoum
  • Pendudukan Jalur Gaza oleh Mesir
  • Pendudukan Tepi Barat dan Yerusalem Timur oleh Yordan

d. 1967-1993

  • Perjanjian Nasional Palestina dibuat pada 1968, Palestina secara resmi menuntut pembekuan Israel.
  • 1970 War of Attrition
  • Perang Yom Kippur 1973
  • Kesepakatan Damai Mesir-Israel di Camp David 1978
  • Perang Lebanon 1982
  • Perang Teluk 1990/1
  • Kesepakatan Damai Oslo antara Palestina dan Israel 1993

13 September 1993. Israel dan PLO bersepakat untuk saling mengakui kedaulatan masing-masing. Pada Agustus 1993, Arafat duduk semeja dengan Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin. Hasilnya adalah Kesepakatan Oslo. Rabin bersedia menarik pasukannya dari Tepi Barat dan Jalur Gaza serta memberi Arafat kesempatan menjalankan sebuah lembaga semiotonom yang bisa “memerintah” di kedua wilayah itu. Arafat “mengakui hak Negara Israel untuk eksis secara aman dan damai”.

28 September 1995. Implementasi Perjanjian Oslo. Otoritas Palestina segera berdiri.

 e. 1993-sekarang

  • Kerusuhan terowongan Al-Aqsa

September 1996. Kerusuhan terowongan Al-Aqsa. Israel sengaja membuka terowongan menuju Masjidil Aqsa untuk memikat para turis, yang justru membahayakan fondasi masjid bersejarah itu. Pertempuran berlangsung beberapa hari dan menelan korban jiwa.

  • 18 Januari 1997 Israel bersedia menarik pasukannya dari Hebron, Tepi Barat.
  • Perjanjian Wye River Oktober 1998 berisi penarikan Israel dan dilepaskannya tahanan politik dan kesediaan Palestina untuk menerapkan butir-butir perjanjian Oslo, termasuk soal penjualan senjata ilegal.
  • 19 Mei 1999, Pemimpin partai Buruh Ehud Barak terpilih sebagai perdana menteri. Ia berjanji mempercepat proses perdamaian.
  • Intifada al-Aqsa

Maret 2000, Kunjungan pemimpin oposisi Israel Ariel Sharon ke Masjidil Aqsa memicu kerusuhan. Masjidil Aqsa dianggap sebagai salah satu tempat suci umat Islam. Intifadah gelombang kedua pun dimulai.

  • KTT Camp David 2000 antara Palestina dan Israel
  • Maret-April 2002 Israel membangun Tembok Pertahanan di Tepi Barat dan diiringi rangkaian serangan bunuh diri Palestina.
  • Juli 2004 Mahkamah Internasional menetapkan pembangunan batas pertahanan menyalahi hukum internasional dan Israel harus merobohkannya.
  • 9 Januari 2005 Mahmud Abbas, dari Fatah, terpilih sebagai Presiden Otoritas Palestina. Ia menggantikan Yasser Arafat yang wafat pada 11 November 2004
  • Peta menuju perdamaian
  • Juni 2005 Mahmud Abbas dan Ariel Sharon bertemu di Yerusalem. Abbas mengulur jadwal pemilu karena khawatir Hamas akan menang.
  • Agustus 2005 Israel hengkang dari permukiman Gaza dan empat wilayah permukiman di Tepi Barat.
  • Januari 2006 Hamas memenangkan kursi Dewan Legislatif, menyudahi dominasi Fatah selama 40 tahun.
  • Januari-Juli 2008 Ketegangan meningkat di Gaza. Israel memutus suplai listrik dan gas. Dunia menuding Hamas tak berhasil mengendalikan tindak kekerasan. PM Palestina Ismail Haniyeh berkeras pihaknya tak akan tunduk.
  • November 2008 Hamas batal ikut serta dalam pertemuan unifikasi Palestina yang diadakan di Kairo, Mesir. Serangan roket kecil berjatuhan di wilayah Israel.
  • Serangan Israel ke Gaza dimulai 26 Desember 2008. Israel melancarkan Operasi Oferet Yetsuka, yang dilanjutkan dengan serangan udara ke pusat-pusat operasi Hamas. Korban dari warga sipil berjatuhan.

 

Pada tanggal 18 Januari 2008 (tanggal 17 malam waktu Israel), pihak Israel mengumumkan gencatan senajata. Hal ini pada awalnya hanya dianggap sebagai taktik licik Israel oleh Hamas, akan tetapi 12 jam kemudian pihak Hamas menyetujui untuk dilakukannya gencatan senjata.

 

Sejak operasi Cast Lead yang dilakukanIsrael sejak 27 Desember 2008, sebanyak 1.300 orang dari pihak Palestina tewas dan 5.320 orang luka-luka. Piak Israel menyatakan bahwa 10 orang tentaranya tewas dalam operasi tersebut. (Kompas edisi 20 Januari 2008..)

23 Januari 2009 - Posted by | Dunia Islam | , , , ,

5 Komentar »

  1. Sejarah perang antara Arab dengan Israel disekitar Yerusalem telah dimulai sejak zaman para Nabi sebelum Nabi Muhammad saw. Mereka saling bergantian untuk menindas satu sama lain. Jika kini yang dipermasalahkan adalah Baitul Maqdis, yang oleh kebanyakan ummat islam dianggap sebagai Masjid Al Aqso, padahal sebenarnya Masjid Al Aqso ada di Sidratul Muntaha.

    Suka

    Komentar oleh Abu Rafa | 30 Januari 2009

  2. why PBB dont help palestina? why PBB can’t solv the problems?

    Suka

    Komentar oleh Anonim | 20 Februari 2009

  3. Ya remote PBB ada di Amrik kalee..🙂

    Suka

    Komentar oleh Faris Gadneh | 3 Maret 2009

  4. YAHUDI MORE BAd Than My Ass

    Suka

    Komentar oleh FUCK YAHUDI | 14 Februari 2010

  5. yahudi more bad than ass

    Suka

    Komentar oleh FUCK YAHUDI | 14 Februari 2010


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: