Gadneh's Blog

Syarat Beriman Saling Mencintai

Sabar dan Bersabarlah

Sabar: Hasil terbebas dari hawa nafsu

إيَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

(AlQuran 2:153)

Salah satu hasil besar dan buah berharga dari kebebasan diperbudak hawa nafsu adalah sabar meghadapi musibah dan bencana. Akan dijelaskan secara singkat makna sabar, buah-buahnya dan kaitannya dengan kemerdekaan.

Definisi Sabar:

  • Dari Nashiruddin Al-Thusi, arti sabar adalah menahan diri untuk tidak teragitasi (tergoncang) ketika menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan.
  • Dari Khwajah ‘Abdullah Al-Anshari mengatakan dalam Manazil As-Sa’irin: Arti sabar adalah menahan diri untuk tidak mengeluh kerana derita terpedam.

Sabar dianggap sebagai salah satu maqamnya orang-orang kelompok tengah (mutawassithun). Maqam ridha  dalam hubungannya dengan takdir Tuhan dan keridhaan menghadapi musbiha, menggambarkan maqam yang lebih tinggi, meskipun ini kita anngap juga sebagai salah ssatu maqam yang  berkaitan dengan kaum mutawassithun. Begitu juga sabar dalam ibadah dan sabar tidak mahu berbuat dosa itu penting.

Hamba soleh yang memiliki maqam-maqam mulia dan watak-watak menakjubkan, ‘Ali ibn Thawus – diriwayatkan merayakan hari pertamanya ketika dia menjadi mukallaf (yang terkena kewajiban keagamaan) kerana Allah SWT telah mengizinkannya untuk menunaikan kewajiban pada hari itu. Dapatkah orang mengatakan bahwa ruh mulia itu sabar berkenaan dengan ibadah dan kewajiban kalau menganggap keduanya itu tidak menyenangkan hati? Beda antara kita dengan hamba-hamba yang taat pada Allah itu. Kita menganggap Allah SWT  membebani kita dengan kewajipan-kewajipan contohnya: jika salah seorang diantara kita berusaha salat pada awal waktu, dia mengatakan bahawa lebih baik melakukannya dan semakin cepat semakin baik! Segala musibah kita disebabkan oleh kebodohan dan kejahilan serta kurang atau tiadanya iman. Sabar merupakan derita tersembunyi

Sifat khas para Nabi agung dan para Imam suci adalah Sabar.

  • Sabar menghadapi penderitaan fisik.
  • Sabar todak mahu terpisah dari Sang Tercinta – yang merupakan salah satu maqam mulia  pencinta.
  • Sabar dalam ketaatan.
  • Sabar menanggung musibah.
  • Sabar tidak melakukan dosa.

‘Arif termashur ‘Abdurrazaq Al-Kasyani,, dalam Syarh Manazil As-Sa’irin mengatakan “Arti sabar adalah tidak mengeluh, hanya mengeluh kepada Allah SWT saja dan memohon kepadanya dan tidak pada lain.”

14 Januari 2009 - Posted by | Dunia Islam | ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: