Gadneh's Blog

Syarat Beriman Saling Mencintai

Kisah Suami Istri

Seorang wanita dan kekasihnya bernikah dan acara pernikahannya sungguh megah. Semua kawan- kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar biasa dan sungguh mengesankan. Mempelai wanita begitu cantik dan anggun dalam gaun putihnya dan pengantin lelaki dengan tuxedo hitam yang gagah. Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahawa mereka sungguh-sungguh saling menyintai dan sepadan. Beberapa bulan kemudian, si suami berkata kepada isterinya… ..

Suami; “Sayang, abang baru membaca sebuah artikel dalam majalah tentang bagaimana memperkuatkan hubungan dan tali pernikahan kita”,

katanya sambil menunjukkan majalah tersebut.

Suami; “Masing-masing kita akan mencatatkan hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita. Kemudian, kita akan membahas bagaimana kita mengubah hal-hal tersebut dan membuatkan perkahwinan kita bersama lebih bahagia.”

Isterinya setuju dan mereka mula memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik kerana ia adalah untuk kebaikan mereka bersama.

Malam itu mereka sepakat untuk tidur berpisah dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing. Esok pagi ketika sarapan, mereka sedia membincangkannya.

Suami; “Abang akan mulai dulu ya”, kata suami.

Ia lalu mengeluarkan senarainya. Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 2 muka surat….. Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak dia sukai mengenai diri isterinya, ia memperhatikan bahawa airmata isterinya mulai mengalir…. .

Suami; “Maaf, apakah abang harus berhenti?” tanyanya.

Istri; “Oh tidak, teruskan…. .” jawab isterinya. Lalu si suami melanjutkan membaca semua yang tersenarai, lalu kembali melipat kertasnya dengan manis di atas meja dan berkata dengan bahagia,

Suami; “Sekarang giliran sayang pula membacakan senaraimu.”

Dengan suara perlahan isterinya berkata,

Istri; “Aku tidak mencatat sesuatupun di atas kertasku. Aku berfikir bahawa abang sudah sempurna, dan aku tidak ingin mengubah akan dirimu. Abang adalah dirimu sendiri. Abang kacak dan baik di sisiku. Tiada satupun daripada peribadimu yang kudapati kurang…..”

Si suami tersentak dan tersentuh hatinya oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati isterinya bahwa isterinya menerima dirinya apa adanya. Dia kemudian tertunduk dan menangis…. .

PESAN MORAL DIDALAMNYA :

Sebelum kita mencari kekurangan orang lain, carilah kekurangan diri sendiri. Adakah kita cukup SEMPURNA untuk dibandingkan dengan orang lain? Kalau jawapannya YA, maka kita berbohong atau kita PERASAN.
Kerana tiada manusia yang SEMPURNA di dunia ini dan sentiasa ada yang perlu diperbaiki. Hakikatnya orang-orang yang menyayangi diri kita kerana kelebihan kita dan menerima segala kelemahan kita, sudah pastilah orang itu adalah sangat IKHLAS menyayangi diri kita….INSYAALLAH.

14 Januari 2009 - Posted by | Dunia Islam | , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: