Gadneh's Blog

Pertanyaan :

Ada sebagian wanita yang terkadang ikut menshalati jenazah, kemudian ikut mengiringi jenazah hingga sampai kuburan, ketika jenazah sampai pada pintu gerbang kuburan, sang wanita berhenti dan tidak ikut masuk ke dalam pemakaman, bagaimana hukumnya ?

Poster Dakwah ini telah diposting di FP Singaraja Mengaji

Jawaban: Pada dasarnya seorang wanita BOLEH menshalati jenazah siapapun. TETAPI untuk mengiringi jenazah, maka hal ini tidak dibolehkan, yang menunjukkan larangan ini adalah Sabda Nabi Shalallahu alaihi wasallam kepada para wanita, yang beliau mendapati mereka sedang menunggu jenazah.

Beliau berkata kepada mereka : “Apakah kalian hendak memandikan jenazah??” mereka jawab ‘Tidak!!’, “apakah kalian membantu menimbakan air?” mereka menjawab ‘Tidak!!’ kemudian Beliau berkata: kalau begitu pulanglah kalian dengan membawa dosa dan tidak mendapat pahala. karena kalian hanya mendatangkan fitnah bagi orang hidup dan menyakiti orang yang meninggal dunia”

HR Ibnu Majah & Al Baihaqi dari Ali bin Abi Thalib Radhiallahu anhu

Juga yang menunjukkan larangan diatas, yaitu ucapan Ummu Athiyyah Rodhiallahu anha dibawah ini:

“Kami (Para Wanita) DILARANG UNTUK MENGIRINGI JENAZAH, tapi larangan itu tidak ditekankan kepada kami” (Muttafaq ‘Alaihi)

LARANGAN yang terdapat pada hadts ini adalah larangan yang sifatnya MENGHARAMKAN, karena tidak ada dalil yang menyalahi hadits ini, maka dari sini, kita tahu bahwa para wanita tidak boleh mengiringi jenazah secara mutlaq

SUMBER : Maktabah Abu Salma Al Atsary
[Di salin dari 148 FATWA-FATWA SEPUTAR JENAZAH Syaikh Abdul Azis bin Muhammad bin Abdulloh Al Uroifi]

PERBEDAAN PENYEMBELIHAN QURBAN DAN PENYEMBELIHAN UNTUK ARWAH (SESAJEN)

Maaf, jika ada sebagian non muslim yang salah beranggapan, bahwa Qurban itu sama seperti Penyembelihan Untuk Sesajen atau Arwah, atau untuk Nenek Moyang dll.
Seperti yang mereka kerjakan (RITUAL MEREKA) bahkan mereka anggap Ummat Islam MENIRU Ritual mereka hehehe ..

INI JELAS KELIRU atau PEMAHAMAN MEREKA YANG KELIRU DAN TIDAK BERDASAR.

Berikut penjelasan singkat saya:

Tujuan Qurban “tidak sama” dengan Persembahan Arwah (Kasodo, Ritual Untuk Laut dll), Qurban itu BUKAN menyembelih seekor Unta (Hewan Qurban Lainnya) dengan tujuan agar darahnya sampai pada Tuhan (Allah Azza Wajalla; ISLAM)

Tata Cara penyembelihan diatur oleh Syariat Islam. Penyembelihan di lakukan atas nama Allah semata (bukan atas nama lainnya) dan MENYAKINI BAHWA TAK ADA SETETES DARAH HEWAN QURBAN yang akan sampai pada Allah Azza Wajalla. AKAN TETAPI Tidak lain Hanya Untuk MENCAPAI KETAQWAAN bagi setia umat islam (Muslim / Muslimah) yang melaksanakan Qurban.

Seperti yang telah di Firmankan Allah :

“Daging-daging unta (hewan Qurban) dan DARAHNYA itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya…..” (Al Hajj: 37)

Justru di dalamnya di ajarkan TAUHID dan bukan di ajarkan KESYIRIKAN (Menyekutukan Allah dengan selainnya)

Seperti juga WAJIBNYA BERPUASA adalah semata – mata “kami Umat Islam ini mencari Ketakwaan” -(KeridhaanNya)- bukan karena lainnya.

Demi Allah, Ajaran Islam ini TELAH SEMPURNA dan SEMUA TELAH DIATUR DENGAN INDAH.
Pelajarilah AGAMA ISLAM INI wahai kalian yang Non Muslim dimanapun kalian berada. Agar tidak ada lagi Prasangka (tuduhan) yang dimana ISLAM SENDIRI JAUH-JAUH HARI TELAH MENJAWABNYA (DI DALAM ALQURAN)

Wallahua’lam Bishawab..
Singaraja, 4 Dzulhijjah 1438 H
Penulis : MFG (Abu Hasby)

Arsip

Maret 2021
S S R K J S M
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Blog Stats

  • 83.980 hits

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 5.368 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: